Kamis, 24 Juni 2010

Simpan Air Matamu..

Berjalan sendiri mendengus sekali
"Tolong kuatkan aku.." keluh sebuah hati kecil setengah bernyawa itu
Mencari jamahan kalbu tapi asa merobek rindu
"Bagaimana nanti aku? Bagaimana sikapku?.." jerit hati kecil itu

"Tenang manisku, esok mentari kan berlalu.." balas putih suci itu
"Jangan basahi malam ini dengan bening air yang jatuh
dari hulu di sudut matamu.." katanya sambil menatap mata yg terlihat menahan air mata

"Aku tak tau.." gumam hati kecil itu sambil bersandar pd tembok lusuh itu 
"Aku tak punya lagi cinta untuk ku agungkan! Aku tak punya lagi sayang untuk ku banggakan! Yg ku punya kini hanya air mata yg bisa ku alirkan sepanjang pedihku ini.." 

Awan kaget, ikut bermuram
"Tuhan.. Apa akan selamanya? Tapi, selamanya sudah berakhir, Tuhan.."

Perlahan air mata jatuh menggenangi pipi mungil itu
Di hapuslah rintihan pedih itu lewat jari - jari wangi bak melati

"Sudahlah.. dengan kesedihanmu yg sudah keras membatu, biarkan perlahan terkikis waktu.."
"Bangun.. Beranjaklah segera, manisku..
"Simpan air matamu.. Tak perlu terpaku merawat sendu, demi setitik debu yang mudah berlalu.."

0 komentar:

Posting Komentar